Sebuah Harapan

Semua orang pasti mendambakan akan membangun sebuah keluarga yang harmonis, damai, tentram, dan bahagia. Tentu saja ridho Allah menaungi keluarga yang seperti itu. Untuk mencapainya tentu dibutuhkan dua orang yang memiliki tujuan yang sama, yaitu berkeluarga untuk mencapai ridho-Nya. Saya merasa pembahasan tulisan saya kali ini cukup berat, karena tak mudah mengatakan sesuatu hal yang kita sendiri belum merasakannya. Namun saya belajar dari berbagai pengalaman yang sedikit demi sedikit membukakan mata dan hati saya bahwa memang benar SEHARUSNYA Allah lah yang satu-satunya menjadi alasan seseorang membangun sebuah rumah tangga. Ya, menikah karena Allah dan mencintai pasangan karena Allah pula. Permasalahannya sekarang, tak banyak yang memahami dan meresapi makna “karena Allah” tersebut. Menikah karena Allah berarti berharap setelah menikah akan menambah kedekatan dengan Allah, berharap segalanya kelak akan dinilai ibadah untuk Allah. Berharap sang suami bisa membimbing dan mengarahkan untuk bersama-sama menuju jannah-Nya Allah.

Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.

Hadist tersebut mengajak kaum adam untuk memilih wanita yang layak dijadikan pendamping hidup atas empat perkara. Pertanyaannya sekarang apakah hadist tersebut juga berlaku untuk kaum hawa dalam memilih suami?. Menurut saya hal itu juga berlaku sebaliknya. Agama merupakan suatu pondasi utama untuk mencapai suatu kebahagian. Dengan pemahaman islam yang baik, maka baik pula tatanan dan perilaku sehari-hari.

Suami yang memahami islam secara kaffah tentu akan memahami akan hak dan kewajibannya. Ia tidak akan menyakiti hati istrinya, ia tidak akan berperangai kasar. ia dapat menjadi pengayom sekaligus pendidik bagi istri dan anak-anaknya.

Ia paham bagaimana menundukkan pandangan terhadap yang bukan mahramnya, ia pandai bersikap atas sikap wanita yang  dapat menjadi fitnah atas dirinya, ia tak mudah memberikan tumpangan dengan rekan kerja wanitanya, ia menyadari dan memahami kewajiban dan kedudukannya sebagai kepala rumah tangga. Semua itu karena pemahaman agamanya bukan? Istrinya tak perlu melarang, karena ia tau Allah lah yang melarang.

Allah berfirman :

Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma’ruf lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.
“Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman: “Wanita shalihah adalah yang taat,” yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian, pen.), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.” (Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)
Nah sekarang bagaimana dengan suami soleh? apakah seorang suami yang soleh juga harus memelihara diri ketika jauh dari istrinya?
Tentu saja ya. Suami yang baik tentu saja bukan hanya menjaga dan memelihara dirinya, dia juga akan memelihara dan menjaga hati istrinya. Sekali lagi bukan karena perintah istri dan takut pada istri. Melainkan karena takut pada Allah, Ia paham bahwa Allah tak suka jika ia menyakiti hati istrinya, ia paham bahwa menundukkan pandangan adalah perintah Allah bagi laki-laki maupun perempuan. Ia paham bahwa fitnah bisa mengancam jika dia tidak menjaga sikapnya pada wanita lain.
Firman Allah (artinya) : “Katakanlah (wahai nabi) kepada orang –orang beriman laki – laki agar mereka menundukkan pandangan mereka dan agar mereka menjaga kemaluan mereka karena yang demikian lebih menyucikan (qalbu dan agama mereka). Sesungguhnya Allah tahu apa yang mereka lakukan” (An Nur 30). Dalam ayat berikutnya Allah juga memerintahkan kepada kaum wanita yang beriman untuk menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka.
Alangakah bahagianya jika suatu rumah tangga dibangun oleh dua insan yang mengharap cinta dan ridho Allah. Semua berjalan sesuai perintah Allah dan anjuran Rasulullah. Bukan karena perintah suami atau istri. Tak ada yang merasa dikekang, tak ada yang merasa diatur. Ikhlas karena mereka taat pada Rabb-Nya.
Sulit menemukan yang demikian, mungkin 1 diantara 1000. Tapi yakin ada. Ia istimewa. Bagai sebutir mutiara dalam kubangan lumpur, ia cemerlang.
Allah Maha Adil Allah Maha Bijaksan, ia tau yang terbaik bagi hambanya. Karuniakan kepada hamba jika sudah tepat pada wktunya Wahai Rabbku.
aamiin..

About Anggun Primadona

Anggun Primadona, 25 Februari 1993, FKIP Matematika 2011 Universitas Sriwijaya

Posted on August 27, 2013, in Islam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Evi Sapinatul Bahriah

evisapinatulbahriah.wordpress.com

Ani Mutia K.

Celotehan Tya :)

Pendidikan Matematika

Sumber belajar matematika online

Aria Turns

Ada yang mau baca blog mengenai matematika, gak ya...??

Math Problem Cases

How mathematics should be learned

Mutiara Keluarga

"Berhentilah mengejar kesempurnaan, lakukan saja apa yang kau bisa, lalu perbaiki sambil belajar"..

Solmathman

Mathematics Resources in Education & Science for Students and Teachers site

Mathematics is in our lives

Just Enjoy Your Math

X-Math

Kalimat: Kumpulan Ilmu Matematika

BERMATEMATUALANG ( Belajar Matematika Unik, Asyik, Lucu, dan Menyenangkan)

Mathematics as a human activity (Freudhental : 1991)

xy - Math

Source and Share About Mathematics

MATHE

" Math Education Blog "

debynasriyansyah

A topnotch WordPress.com site

YU_Math

Karya Anak Matematika

CAMERA MATEMATIKA

Yunita Sari Manalu

Yeni Widiastuti

Smile! You’re at the best Mathematics site ever

P4MRI UNSRI

Potret Aktivitas PMRI di Unsri Sumsel

Smurf_Math ^.^

Always together with Math

Sebel Matematika

Senang Belajar Matematika

Super SoulMath

All about Education,Mathematics in ICT

METAMATIKA

matematika merangkai nusantara

Math's Rainbow

When you can see the beauty of mathematics

(MaBelMAT) Mari Belajar Matematika Bersama

FKIP MATEMATIKA UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Math Zone

Merangkai Matematika Mengubah Dunia

%d bloggers like this: